Mobil Menerobos Kabut Asap Karhutla, Apa Dampaknya Bagi Sirkulasi AC?

Pengendara kendaraan bermotor menembus kabut asap pekat dampak dari kebekaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Jumat (13/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap pekat yang mengakibatkan jarak pandang menurun drastis di Kota tersebut. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc.

momobil.id – Kabut asap bawaan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi Riau dan sekitarnya kian mengkhawatirkan karena telah menyelimuti selama berhari-hari. Seperti dilansir Kompas, semakin tebalnya kabut asap menyebabkan kualitas udara di sana dinyatakan berbahaya hingga seluruh penduduk diwajibkan untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Selain mempengaruhi sistem pernafasan manusia, kabut asap karhutla juga dapat ┬ámempengaruhi sirkulasi udara di dalam mobil. “Kabut asap efeknya akan langsung berpengaruh pada sirkulasi AC, karena filter AC dapat menyedot asap lewat lubang ventilasi dan blower,” ujar Kepala Bengkel Honda Jakarta Center, Denny Sulistyo.

Akibatnya, bau asap akan tercium juga di dalam kabin. Apalagi jika ventilasi udara sedang dibuka. Kabin mobil bisa langsung diselimuti oleh polusi asap. Guna menanggulangi masalah tersebut, Denny menyarankan untuk memeriksa filter AC. Mengganti filter AC disarankan setiap dua puluh ribu kilometer, tetapi jika sudah kotor sebelum waktunya, filter harus segera diganti. Seperti kondisi pekatnya kabut asap yang terjadi saat ini, mendorong pemilik mobil untuk lebih rutin lagi memeriksa filter AC.

Denny menambahkan bahwa ada cara khusus untuk memeriksa filter AC yang sudah dimasuki polusi asap, yaitu dengan menyalakan AC mobil pada pagi hari setelah diistirahatkan semalaman. “Jika sudah dimasuki polusi atau kotor, biasanya akan tercium bau asap saat AC dinyalakan. Tandanya, filter AC memang sudah tercemar polusi asap,” jelasnya.

Denny pun menyarankan agar tetap menutup ventilasi udara atau meminimalisirnya untuk dibuka jika sedang berkendara dalam kondisi kabut asap. Tak hanya pada kawasan yang terdampak asap karhutla, hal ini juga berlaku pada kawasan perkotaan yang disesaki kendaraan seperti Jakarta.



Sumber gambar: Antara/Beritagar

Daya Cengkram Lebih Kuat, Michelin Luncurkan Ban Baru untuk Mobil SUV

Michelin Pilot Sport 4 SUV

momobil.id – Michelin Indonesia mengumumkan telah meluncurkan ban baru yang dikhususkan untuk mobil tipe Sport Utility Vehicle (SUV). Ban anyar yang diberi nama Pilot Sport 4 SUV ini dihadirkan seiring dengan berkembangnya pasar segmen SUV di Indonesia.

Head of Marketing Consumer Products Michelin Indonesia, Roslina Komalasari mengatakan segmen SUV telah menunjukkan peningkatan tren yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir.

“Situasi ini menyajikan tantangan baru bagi para desainer ban. Kami telah merespon tantangan dengan menghadirkan Pilot Sport 4 SUV, “kata Roslina dalam pernyataan resminya seperti dilansir iNews.id.

Michelin Pilot Sport 4 SUV ini diklaim sebagai ban mobil dengan daya cengkram andal di segala kondisi jalan, serta memiliki kontrol dan stabilitas yang baik pada kecepatan tinggi. Ban ini juga diklaim bisa menambah kenyamanan dan kepuasan berkendara.

“Ban khusus SUV ini memungkinkan pengemudi untuk memanfaatkan potensi maksimal dari mobil mereka, sehingga meningkatkan keamanan dan kepuasan berkendara,” kata Roslina.

Selain itu, Pilot Sport SUV 4 juga disebut dapat meningkatkan keselamatan di jalan dalam kondisi basah maupun kering karena memiliki tapak yang asimetris. Bagian terluar dari tapak ban dioptimalkan untuk kondisi kering, dan bagian dalam untuk kondisi basah.

Baca Juga: Rekomendasi aroma pengharum mobil agar udara kabin lebih segar

Selain alur tapak dirancang untuk meningkatkan daya cengkram, tapak ban juga dilengkapi dengan teknologi Dynamic Response, belt dengan penguat hybrid yang terbuat dari aramid dan nylon.

“Ban ultra-high performance ini cocok digunakan oleh jajaran SUV yang lebih luas, meliputi 4×4, compact, medium, premium, dan sport,” tuturnya. Adapun Michelin Pilot Sport 4 SUV baru akan segera hadir dan tersedia di pasar Indonesia mulai dari ukuran velg 17 inci hingga 23 inci. Jika melihat ukuran yang disediakan, Michelin belum pernah menghadirkan produk untuk SUV yang menggunakan teknologi serupa.

Sumber gambar: AutoBuzz

Setelah Leaf, Nissan Siap Luncurkan Mobil Listrik Anyar

Mobil listrik Nissan terbaru

momobil.id – Nissan dikabarkan tengah berencana meluncurkan mobil listrik terbaru pada tahun 2021 untuk pasar Amerika Serikat. Mobil ini merupakan mobil listrik kedua dari Nissan setelah menghadirkan Leaf. Belum ada kabar resmi mengenai nama dan spesifikasi mobil ini. Namun, kabarnya teknologi mobil ini akan bersaing dengan teknologi Tesla, loh!

Menurut Automotive News, mobil listrik terbaru dari Nissan ini mampu menempuh jarak sejauh 482 kilometer dan mampu melaju dengan kecepatan 0-96 km/jam dalam lima detik. Dengan daya jelajah hingga 4842kilometer, mobil listrik besutan Nissan ini disebut akan mampu bersaing dengan pabrikan lain yang juga menghadirkan mobil Mustang elektrik keluaran Ford atau Model Y besutan Tesla. Berdasarkan jangkauannya, diperkirakan mobil besutan Nissan ini memiliki delapan baterai berkapasitas 75 hingga 85 kilowatt.

Desain bodi mobil diperkirakan berdasarkan pada konsep IMx yang diluncurkan Nissan di Tokyo Motor Show 2017. Desain bodi mobil akan dikabarkan akan mengadaptasi perpaduan Nissan Rouge dan Nissan Murano. Konsep mengenai desain dan pengumuman lebih lanjut diharapkan akan diungkap pada Tokyo Motor Show mendatang.

Dalam usaha menyaingi Tesla, Nissan mempersiapkan teknologi lain yang akan disematkan dalam mobil elektrik terbaru mereka. Mobil ini memiliki dashboard digital dengan desain futuristik yang tetap tersembunyi hingga kendaraan dihidupkan. Jadi, ketika pengemudi masuk ke dalam, ia hanya akan melihat satu tombol Start yang timbul.

Baca Juga: Mengenal sistem rem ABS dan cara kerjanya agar roda tidak terkunci

Di samping desain dashboard futuristik dan canggih, teknologi ProPilot 2.0 juga dikabarkan akan melengkapi kecanggihannya. ProPilot merupkan teknologi semi-otonom dari Nissan, di mana mobil mampu berjalan tanpa kendali dari pengemudi. Diperkirakan ProPilot 2.0 mampu mengemudi tanpa kendali dan menerima instruksi sistem navigasi dan destinasi.

Sebelumnya, Nissan telah mengeluarkan Leaf sebagai mobil listrik pertama mereka di pasaran. Nissan Leaf telah dijual lebih dari empat ratus ribu unit di seluruh dunia dan kini juga mulai masuk pasar Indonesia.

Sumber gambar: Gear Patrol

Agar Mesin Tidak Mati, Ini Tip Belajar Mobil Manual untuk Newbie

Belajar menyetir mobil manual

momobil.id – Belajar mengemudikan mobil memang gampang-gampang susah bagi sebagian orang. Apalagi jika mobil yang digunakan untuk belajar adalah mobil bertransmisi manual. Tak semua orang mampu beradaptasi dengan cepat ketika baru belajar mengemudi dengan mobil transmisi manual.

Hal yang paling sering dialami pengemudi pemula alias newbie ketika belajar menggunakan mobil manual adalah matinya mesin akibat belum terbiasa melepas kopling dan gas. Guna meminimalisir hal tersebut, berikut beberapa tip yang bisa dicoba oleh pemula ketika baru pertama kali belajar mobil manual.

Biasakan mengendalikan kopling dan gas

Membiasakan diri kapan waktu yang tepat melepas kopling dan menginjak gas merupakan hal penting yang perlu diperhatikan bagi pengemudi pemula. Bahkan beberapa orang yang sudah mahir mengemudi mobil otomatis, ada yang terkendala ketika harus memainkan kopling dan gas. Kebanyakan pemula menginjak gas secara berlebih, namun tak diiringi dengan pelepasan kopling yang tepat. Karena itu, pengemudi harus mampu merasakan momentum pergerakan mobil dengan menginjak gas secara perlahan dan melepas kopling secara perlahan.

Latihan perpindahan gigi

Setelah mulai mendapatkan feeling yang tepat untuk melepas kopling, hal yang perlu diperhatikan berikutnya adalah melakukan perpindahan gigi. Agar perpindahan gigi terjadi secara halus, sebaiknya perpindahan dilakukan dalam putaran mesin rendah seperti di bawah 2.000 rpm. Hal ini akan membantu menghemat bahan bakar dan gaya berkendara menjadi lebih nyaman.

Berlatih pindah jalur

Setelah lancar melakukan perpindahan gigi, mulai lah berlatih berpindah jalur secara rutin. Hal yang perlu diperhatikan ketika berpindah jalur adalah memperhatikan keadaan sekitar melalui spion di samping kanan kiri maupun spion tengah. Waspada juga dengan kendaraan yang masuk dalam blind spot. Menengok sekilas ke belakang boleh dilakukan guna memastikan jalur tersebut aman sebelum melakukan perpindahan jalur.

Latihan memutar setir kemudi

Hal penting berikutnya yakni berlatih memutar setir kemudi ketika berbelok. Berlatih di jalan sempit cukup bagus untuk meningkatkan feeling mengemudi ketika berbelok agar belokan tidak terlalu melebar.

Berhenti di jalan menanjak

Bagi pengemudi pemula yang membawa mobil manual, bagian ini cukup penting dipelajari agar kendaraan tidak mundur ke belakang kala kondisi jalan macet di jalan menanjak. Pengemudi bisa memanfaatkan rem tangan untuk membantu agar kendaraan tidak berjalan mundur sembari menekan gas secara perlahan.

Rutin berlatih Setelah memahami cara kerja mobil transmisi manual, pengemudi pemula juga harus rajin berlatih. Cobalah membawa mobil secara rutin setiap hari selama dua pekan atau sebulan. Hal ini akan meningkatkan feeling dan kemampuan mengemudi karena akan melewati beragam kondisi jalan.

Sumber gambar: Ride Time

Mobil Listrik EL 1 Camaro Gunakan Transmisi Otomatis Tapi Bisa Buat Nge-Drift, Gimana Caranya?

mobil listrik drift

momobil.id – Bagi orang penggemar otomotif, istilah nge-drift tentu tidak asing terdengar di telinga. Mobil yang biasa dipakai untuk nge-drift hingga saat ini adalah mobil-mobil konvensional berbahan bakar minyak. Namun saat ini, sudah ada mobil bertenaga listrik yang juga bisa diajak seru-seruan untuk melakukan drifting. Sensasi melakukan drifting menggunakan mobil listrik tentu akan berbeda, karena tidak ada bunyi knalpot yang terdengar dan hanya bunyi ban saja.

Sumber Gambar : Carscoops

Salah satu mobil listrik yang bisa diajak nge-drift yakni Camaro EL 1, karya Napoleon Motorsports. Mobil listrik ini mengikuti ajang Formula Drift Championship 2019, dan menjadi satu-satunya mobil drift listrik di ajang balap. EL 1 Camaro akan di uji coba oleh drifter professional, Travis Reeder.

Untuk menghadirkan Camaro EL 1, Napoleon Motorsports menggunakan unit Camaro standar. Setelahnya, Camaro standar ini dicopot mesin dan transmisi bawaannya, dan diganti dengan powertrain listrik yang dilengkapi baterai 38,4 KWh bertransmisi otomatis.

Carscoops melaporkan bahwa mesin listrik ini sudah lebih dari cukup untuk memutar roda belakang dengan daya yang dihasilkan hingga 515 hp dan torsi 1.084 Nm.

Sumber Gambar : Carscoops

Lalu bagaimana cara EL1 Camaro bertransmisi otomatis ini melakukan drifting? Pasalnya, teknik drifting biasa dilakukan dengan memainkan kopling dan rem tangan. Hal ini sudah dipikirkan oleh Napoleon Motorsport. Mereka mengatakan, mobil ini sudah bisa nge-drift dengan menggabungkan rem tangan dan torsi besar dari powertrain listrik.

Seperti yang telah disebutkan di atas, EL 1 Camaro hanya akan mengeluarkan suara ban belakang saat melakukan drifting karena mesin listrik memang tidak menghasilkan suara seperti mobil biasanya. Suka atau tidak, mungkin bagi sebagian orang suara yang dihasilkan mobil saat drifting merupakan hal yang memberikan sensasi tersendiri. Namun mobil listrik ini adalah suatu gambaran bahwa mobil untuk drift juga bisa memanfaatkan mesin bertenaga listrik.

Sumber gambar: carscoops

Fungsi Lain Fitur EBD dalam Sistem Pengereman Selain Mencegah Roda Terkunci

Rem EBD

momobil.id – Sistem pengereman Anti-lock Brake System (ABS) merupakan fitur keamanan yang mulai jamak ditemui pada mobil-mobil keluaran terbaru. Beberapa brand ada yang hanya menyematkan fitur ABS, namun ada juga yang menambahkan sistem EBD untuk melengkapi sistem ABS agar kinerja rem pada mobil lebih optimal.

EBD sendiri merupakan akronim dari Electronic Brake-force Distribution. Mobil dengan fitur ABS belum tentu dilengkapi dengan fitur EBD. Namun fitur EBD sudah pasti melengkapi fitur ABS sebagai kesatuan sistem pengereman pada mobil. Tak hanya mobil dengan harga Rp200 juta ke atas, saat ini sistem pengereman ABS+EBD juga sudah mulai diterapkan pada mobil berbanderol Rp200 juta ke bawah, termasuk pada Toyota Calya facelift 2019 yang masuk kategori mobil LCGC.

Fungsi EBD hampir serupa dengan ABS, yaitu mencegah roda terkunci ketika mengalami pengereman. Namun EBD memiliki fungsi lain yakni sebagai pembagi tekanan pengereman agar merata ke masing-masing roda mobil. Tekanan ini disesuaikan kembali dengan daya yang bervariasi, tergantung kondisi beban tiap roda.

Dalam sistem pengereman EBD, ada beberapa komponen yang menunjang kinerjanya. Komponen tersebut yakni:

  • Sensor kecepatan yang berguna untuk mendeteksi kecepatan mobil
  • Modulator brake-force yang berfungsi untuk memompa minyak rem ke dalam garis rem dan mengaktifkan silinder rem
  • Detektor akselerasi dan deselerasi
  • Electronic control unit (ECU) yang mengumpulkan data dari sensor kecepatan di setiap roda dan menggunakan data untuk menghitung rasio slip (perbedaan antara kecepatan mobil dan rotasi ban). Setelah rasio slip ditentukan, ECU akan menggunakan modulator untuk menjaga rasio slip sesuai batas.

Terkait cara kerjanya, rem mobil yang dibekali sistem pengereman EBD mulai bekerja ketika sensor kecepatan mendeteksi kemungkinan ban akan mengalami slip. Selanjutnya, sensor akan mengirim sinyal ke ECU. Setelah itu, komputer menentukan jumlah tekanan rem dan kekuatan modulator pengereman untuk melakukan distribusi tekanan pengereman sesuai porsi masing-masing ban. Distribusi tekanan setiap roda akan berbeda, tergantung pada banyak barang atau penumpang yang diangkut, kondisi permukaan jalan, dan kecepatan mobil.

Sebagai catatan, fitur EBD tetap memiliki keterbatasan. EBD tidak dapat memberi peringatan kepada pengemudi terkait risiko tabrakan atau kondisi jalan yang buruk. Pengemudi tetap dituntut waspada dan responsif dalam mengendarai dan mendeteksi potensi bahaya.

Sumber gambar: Mitsubishi

Harga Lebih Ekonomis, Apa Saja Pembaruan Daihatsu Sigra Facelift?

Daihatsu Sigra terbaru 2019

momobil.id – Bersamaan dengan peluncuran Toyota Calya versi facelift, Daihatsu Sigra versi facelift turut diperkenalkan kepada publik. Meski tampilannya mirip dengan Toyota Calya, Daihatsu Sigra didesain sebagai versi yang lebih ekonomis ketimbang Calya. Pada versi facelift ini, Daihatsu Sigra hanya mengalami sedikit sentuhan peremajaan dibanding versi sebelumnya.

Daihatsu Sigra facelift ditawarkan dalam sepuluh varian guna menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Varian terendah Sigra adalah tipe D dengan transmisi manual, dan varian tertinggi adalah tipe R Deluxe transmisi otomatis. Tentunya ada fitur yang dikurangi atau ditambahkan jika membandingkan antara tipe yang satu dengan tipe lainnya pada Sigra versi facelift ini.

Seperti Calya yang penambahan paling banyaknya terdapat di tipe G, pada Sigra penambahan paling banyak ditemui pada varian R. Dari sisi eksterior, Sigra facelift kini dilengkapi fog lamp, pillar blackout, spion lipat otomatis, pemanis chrome pada bagian belakang, hingga velg alloy 14 inch untuk tipe R dan R Deluxe. Sigra facelift juga sudah menggunakan LED head lamp mulai dari tipe M. Sedangkan bemper bagian depan kini menggunakan desain baru dan hal ini diterapkan di semua varian.

Baca Juga: Murah meriah! Banderol mobil bekas ini di bawah Rp100 juta

Bergeser ke interior, kabin Sigra facelift terkesan lebih mewah dengan paduan dua warna. Ada juga laci penyimpanan di bawah kursi penumpang bagian depan, head unit touch screen, dan kamera mundur untuk tipe R A/T dan R Deluxe. Dari sisi keamanan, Sigra facelift dibekali immobilizer dan sensor parkir di bagian belakang mulai dari tipe M. Sedangkah khusus tipe R Deluxe, Sigra facelift turut ditambahkan fitur Front Corner Sensor.

Untuk harganya, Daihatsu Sigra facelift dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau, yakni mulai dari Rp114 juta untuk tipe terendahnya, dan Rp154,75 juta untuk tipe tertingginya. Harga tersebut merupakan harga on the road DKI Jakarta.

Sumber gambar: Daihatsu

Toyota Calya Facelift Kebanjiran Fitur, Lebih Banyak di Varian G

Toyota New Calya 2019

momobil.id – Toyota baru-baru ini resmi meluncurkan Calya versi facelift yang sudah mendapatkan peremajaan di beberapa bagiannya. Sebagai salah satu mobil LCGC yang cukup populer di pasar otomotif Indonesia, Toyota melakukan beberapa perubahan pada bagian eksterior, interior, hingga fitur keamanan pada versi facelift Calya kali ini.

Toyota Calya terbaru ditawarkan dalam empat varian yakni varian E non ABS dan varian E dengan sistem pengereman ABS, serta varian G manual dan varian G dengan transmisi otomatis. Untuk harganya, Toyota Calya facelift ditawarkan mulai dari harga Rp137 jutaan. Lalu, apa saja fitur dan pembaruan yang dihadirkan Toyota pada LCGC terbarunya tersebut?

Eksterior

Seri terbaru Calya mengalami beberapa perombakan di bagian eksterior. Calya terbaru sudah menggunakan LED headlamp dan velg dua warna berukuran 14 inch di semua varian. Kemudian khusus varian G, Calya terbaru mendapat penambahan dark chrome garnish pada pintu belakang guna memberikan kesan lebih stylish, serta desain grill yang lebih besar dilengkapi aksen dark chrome guna menghadirkan kesan tangguh dan tegas. Varian G Calya facelift juga sudah dibekali spion lipat otomatis.

Interior

Tak kalah dengan eksterior yang memiliki beberapa perombakan, Toyota turut memberikan peremajaan pada interior Calya. Perombakan ini sebenarnya lebih banyak ditemui pada varian G.

Misalnya, varian G kini dibekali head unit touchscreen yang dipadukan dengan audio steering switch. Untuk menambah kenyamanan, tipe G juga ditambahkan kantong di belakang kursi serta front console box di bagian depan. Khusus tipe G otomatis, terdapat ruang penyimpanan tambahan pada bangku penumpang baris pertama serta illumination A/T indicator guna membantu melakukan perpindahan gigi. Perombakan lainnya, interior Calya facelift kini didominasi warna hitam untuk semua varian.

Fitur Keamanan

Fitur keamanan merupakan salah satu fitur terpenting bagi kendaraan. Untuk semua varian, Toyota Calya facelift sudah dilengkapi sensor parkir di bagian belakang, SRS Airbag, immobilizer, anti theft system, 3 Point Seatbelt, serta isofix untuk pemasangan carseat bagi bayi dan balita. Kecuali varian E non ABS, semua varian Calya facelift juga sudah menggunakan sistem pengereman ABS+EBD.

Baca Juga: Melihat perubahan desain interior Nissan Juke 2020

Adapun Toyota Calya pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2016. Calya kemudian menjadi salah satu mobil andalan Toyota di pasar otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Calya setiap tahunnya tak kurang dari 60 ribu unit.

Sumber gambar: Toyota

Kupoles Mobil Indahku: Tip Merawat Cat agar Tetap Mengkilap

perawatan cat mobil

momobil.id – Bagian eksterior mobil yang paling sering mendapat perhatian adalah warna cat. Perawatan yang kurang tepat akan mengakibatkan kecerahan warna cat memudar atau menurunkan kualitasnya. Pada musim kemarau seperti saat ini, pemilik mobil wajib merawat warna cat mobil dari paparan debu yang jumlahnya meningkat dibanding biasanya.

Cara merawat warna cat mobil agar tetap mengkilap selama musim kemarau yakni dengan mencuci mobil tersebut. Pasalnya, jika debu terus dbiarkan melekat pada cat, maka debu tersebut akan mengendap lalu bisa menimbulkan baret halus pada cat mobil. Lama kelamaan, hal ini pun akan membuat warna cat menjadi pudar. Karena itu, pemilik mobil wajib mencuci kendaraannya setidaknya seminggu sekali guna menjaga warna cat tetap mengkilap.

“Untuk membersihkan debu dari bodi mobil, cara paling mudah adalah rutin mencuci mobil. Hal ini merupakan perawatan dasar, karena otomatis debu dan kotoran yang melekat pada bodi mobil akan menghilang,” ujar Buddy Sukmawan selaku Kepala Bengkel Body and Paint Auto2000 Singsosari, seperti dilansir Kompas.com.

Buddy menjelaskan, air yang mengalir saat mencuci mobil akan berguna untuk menyapu segala kotoran dan debu sehingga mengembalikan kecerahan warna pada mobil. Jika ingin lebih maksimal lagi, setelah mencuci ada tindakan lebih lanjut yang bisa dilakukan. Seperti memoles atau melakukan terapi anti-kusam dengan cairan khusus untuk bodi mobil.

Jika ingin melakukan sendiri, lebih baik memoles bodi mobil tidak perlu berlebihan ketika menekan bodi. Cukup oleskan dengan lembut di bagian permukaan menggunakan cairan tersebut. Sebagai catatan, cairan yang digunakan pun tidak boleh terlalu banyak mengandung campuran zat kimia. Pemilik mobil juga harus menyediakan kain microfiber khusus untuk membersihkan bagian bodi eksterior mobil dan tidak dipakai untuk membersihkan yang lain.

Baca Juga: Waduh waduh! Jok mobil masih pakai fabric ketumpahan kopi, gimana membersihkannya?

“Membersihkan dan memoles sendiri, berarti melakukan perawatan ringan yang bisa dilakukan di rumah tanpa harus pergi ke salon mobil. Jika ingin melakukan perawatan sendiri, harus memperhatikan kain microfiber yang digunakan, untuk penggunaan bagian eksterior dan interior harus dipisah, jangan digabung,” ujar Buddy.

Buddy menambahkan, jika ingin lebih maksimal dalam merawat bagian eksterior seperti cat mobil, memang sebaiknya pergi ke salon mobil. Setidaknya, pemilik harus melakukan perawatan mobilnya di salon mobil minimal setahun sekali atau dua kali dalam setahun.

Sumber gambar: budgetdirect

Waw Magic! Fitur Ini Bikin All New Toyota Altis Bisa Ngerem Sendiri

all new toyota corolla altis

momobil.id – PT Toyota Astra Motor (TAM) telah resmi meluncurkan All New Toyota Corolla Altis pada Kamis 12 September 2019 lalu. Tak hanya satu, TAM menghadirkan tiga varian All New Corolla Altis yakni tipe 1.8G dan 1.8V berbahan bakar besin, serta satu tipe lainnya yang termasuk golongan Hybrid Electronic Vehicle (HEV).

Yoshihiro Nakata selaku President Director PT TAM mengatakan kehadiran All New Corolla Altis varian HEV merupakan bagian dari bentuk dukungan TAM kepada pemerintah untuk mengembangkan kendaraan elektrik di Indonesia. All New Toyota Corolla Altis dikembangkan dalam platform Toyota New Global Architecture (TNGA).

Sebagai salah sedan legendaris di Indonesia, All New Corolla Altis generasi terbaru sudah dibekali dengan fitur kekinian yang biasa ditemui di mobil-mobil keluaran terbaru saat ini. Dari sisi keamanan, All New Corolla Altis dilengkapi fitur blind spot monitor dan tujuh airbags. Selain itu, salah satu teknologi menarik lainnya yakni hadirnya Toyota Safety Sense (TSS) untuk varian HEV. Teknologi ini mencakup sejumlah fitur yang berfungsi menghadirkan perlindungan optimal pada pengguna kendaraan untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan.

Lalu, apa saja fitur keselamatan canggih yang disematkan melalui TSS? Berikut penjelasan lengkapnya.

Pre-Collision System (PCS)

Fungsi fitur ini adalah memperingatkan pengemudi jika ada potensi terjadinya benturan dengan objek atau kendaraan yang berada di depan. Peringatan dalam bentuk bunyi akan aktif dengan memanfaatkan sensor yang berada di depan mobil. Fitur Pre Collision System akan aktif pada kecepatan 10-180 km/jam. Jika potensi tabrakan semakin besar, maka fitur ini akan mengaktifkan rem secara otomatis.

Dynamic Radar Cruise Control (DRCC)

Hampir sama dengan fungsi Pre Collision System, DRCC berfungsi untuk memantau keberadaan kendaraan lain di depan dan menjaga jarak aman. Sensor yang digunakan berupa kamera yang tersemat di balik kaca depan mobil. Sebagai catatan, fitur ini baru aktif jika mobil sudah dikendarai di atas kecepatan 50 km/jam. Kecanggihan lain dari fitur ini yakni mampu secara otomatis mengurangi dan menjaga jarak dengan kendaraan di depan jika ada kendaraan lain yang tiba-tiba memotong jalur ketika mobil sedang berjalan. Fitur DRCC juga memungkinkan untuk melakukan pengereman secara otomatis jika diperlukan.

Lane Departure Alert dengan Steering Assist (LDA)

Fitur ini berfungsi untuk membaca marka jalan dengan memanfaatkan kamera depan. Tujuannya untuk memastikan mobil berjalan lurus sesuai marka jalan dan tidak miring. Jika mobil dirasa melenceng dari jalur sebenarnya, kemudi akan otomatis mengendalikan mobil kembali ke jalur yang lurus. Fitur LDA pada All New Corolla Altis bisa membaca marka jalan berwarna kuning maupun putih.

Automatic High Beam (AHB)

Lampu akan otomatis menyesuaikan dengan kondisi sekitar dengan memanfaatkan fitur ini. Jika ada mobil di depan, maka sorot lampu akan turun secara otomatis sehingga tidak membuat silau pengendara lain dari arah berlawanan.

Baca Juga: Tantangan penggunaan mobil listrik yang harus kamu ketahui

Adapun All New Corolla Altis menggunakan motor listrik P610 HEV transaxle bertenaga 72 PS, setara dengan mesin 2ZR-FXE yang dikombinasikan dengan Hybrid 4 silinder. Dari sisi driving performance, penggunaan platform TNGA membuat handling mobil menjadi lebih stabil dan kokoh. Selain itu, kapasitas bagasinya juga lebih besar karena menggunakan suspensi belakang double wishbone.

Untuk fitur hiburan, All New Corolla Altis dilengkapi head unit display delapan inci yang terintegrasi dengan sistem monitor hybrid, miracast, Apple car play, bluetooth, wifi, maupun Smart Device Link (SDL).

Sumber gambar: Toyota Astra Motor